Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Stasiun Geofisika Yogyakarta (Pusat Gempa Regional VII)
Lokasi Epicenter
Peralatan di Stasiun Geofisika
- Broadband Seismograph
- Single Station Seismograph
-
Seismograph Portabel
- Lightning Detector
- Accelerograph
- Magnetometer
Parameter-parameter dasar
gempa bumi, adalah
:
1.Waktu terjadinya gempabumi atau origin time.
2.Kedalaman sumber gempa.
3.Jarak epicenter.
4.Energi gempa bumi (magnitude).
1. Origin Time,
Waktu terjadinya gempa atau yang dikenal dengan origin time adalah pada saat terjadinya patahan atau runtuhan yang menyebabkan terjadinya penjalaran gelombang seismic atau gempa bumi.
2. Kedalaman Sumber Gempa,
Kedalaman sumber gempa merupakan ukuran kedalaman pusat terjadinya patahan atau runtuhan yang diukur dari permukaan bumi. Kedalaman sumber gempa bervariasi mulai dari dangkal, menengah, dan dalam yang batasan harganya tergantung dari keadaan tektonik setempat. Keadaan tektonik zona subduksi selatan Jawa merupakan daerah pertemuan dua lempeng dimana merupakan interaksi konvergen antara lempeng Indo-australia dan lempeng Eurasia.
3. Jarak Episenter,
Jarak
episenter dihitung dengan selisih S-P, dalam table waktu jalar IASPEI
91 untuk kedalaman pusat gempa diasumsikan Brustle,W (1986) memperkirakan
8 (km) ˜ (ts-tp) detik. Azimut stasiun terhadap episenter, ditentukan
dari polarisasi linier gerakan tanah (ground Motion) gelombang P.
4. Magnitude,
Energi gempa (magnitude) adalah suatu besaran gempabumi yang menyatakan besarnya energi yang dilepaskan oleh suatu gempa (ledakan) di pusatnya. Dalam proses perhitungan percepatan tanah pada permukaan digunakan magnitude surface waves (Ms). Namun ada kalanya data yang diperoleh menggunakan magnitude body wave (mb). Hubungan antara Ms dan mb telah dibuat oleh Gutenberg Richter di awal tahun 30-an, sehingga perhitungan tetap dapat dilakukan.
![]()