Parameter-parameter dasar
gempa bumi, adalah
:
1.Waktu terjadinya gempabumi atau origin time.
2.Kedalaman sumber gempa.
3.Jarak epicenter.
4.Energi gempa bumi (magnitude).
1.
Origin Time,
Waktu terjadinya
gempa atau yang dikenal dengan origin time adalah pada saat terjadinya
patahan atau runtuhan yang menyebabkan terjadinya penjalaran gelombang
seismic atau gempa bumi.
2. Kedalaman
Sumber Gempa,
Kedalaman
sumber gempa merupakan ukuran kedalaman pusat terjadinya patahan atau
runtuhan yang diukur dari permukaan bumi. Kedalaman sumber gempa bervariasi
mulai dari dangkal, menengah, dan dalam yang batasan harganya tergantung
dari keadaan tektonik setempat. Keadaan tektonik zona subduksi selatan
Jawa merupakan daerah pertemuan dua lempeng dimana merupakan interaksi
konvergen antara lempeng Indo-australia dan lempeng Eurasia.
3. Jarak
Episenter,
Jarak
episenter dihitung dengan selisih S-P, dalam table waktu jalar IASPEI
91 untuk kedalaman pusat gempa diasumsikan Brustle,W (1986) memperkirakan
8 (km) ˜ (ts-tp) detik. Azimut stasiun terhadap episenter, ditentukan
dari polarisasi linier gerakan tanah (ground Motion) gelombang P.
4. Magnitude,
Energi
gempa (magnitude) adalah suatu besaran gempabumi yang menyatakan besarnya
energi yang dilepaskan oleh suatu gempa (ledakan) di pusatnya. Dalam proses
perhitungan percepatan tanah pada permukaan digunakan magnitude surface
waves (Ms). Namun ada kalanya data yang diperoleh menggunakan magnitude
body wave (mb). Hubungan antara Ms dan mb telah dibuat oleh Gutenberg
Richter di awal tahun 30-an, sehingga perhitungan tetap dapat dilakukan.
